Kewajiban Suami kepada Istri dalam hal urusan Agama

Oleh : Ahmad Abdulah
05 September 2019 10:00 WIB



Assalamualaikum sahabat islam... Selamat Pagii...

Wahai para pasangan rumah tangga yang sejahtera, terutama yang baru menikah. Tahukah anda, bahwa sebuah pasangan berumah tangga yang Harmonis, romantis dan bahagia di dalam keluarga keci kalian itu akan terwujud apabila di antara kalian suami, istri maupun anak itu saling melengkapi satu sama lain?

Mungkin pasangan yang sudah menikah lama pun seandainya masih kurang harmonis, romantis itu bisa disebabkan karena kurang tahunya kewajiban masing-masing diantara meraka.

Perlu kita ketahui bersama-sama bahwa didalam keluarga itu memiliki kewajiban masing-masing yang memang harus di lakukan.  Untuk itu mari kita simak uraian berikut ini:


I. Kewajiban Seorang Suami 




Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu (dan anakmu) dan istrimu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka. Dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim [66]: 6)

Berdasarkan ayat ini berarti kewajiban seorang suami itu adalah yang pertama memeberikan ajaran pengetahuan tentang pentingnya menetapi agama. Karena tidak boleh tidak, kewajiban seseorang didunia ini hanyalah beribadah keapada Allah SWT. Maka bagaimanapun juga seorang suami yang bisa mengarahkan mengontrol, membimbing  dan mengjarkan ilmu agama maka dia sudah termasuk seorang suami yang sudah memenuhi kewajibannya.

A. Beberapa hal yang perlu suami sampaikan kepada istri dan anak urusan ibadah:
  1. Mengajarkan, ,menerangkan, menggambarkan, dan memahamkan isi dari Alquran dan Alhadist Secara Manqul, Musnad, mutassil.
  2. Memberi contoh teladan yang baik, entah waktu sholat, berdoa, baca alquran maupun ibadah yang laiinya.
  3. Mengarahkan dengan baik, lemah lembut, dan memotivasi keepada ahli rumahnya.
  4. Mengingatkan ketika waktu ibadah telah tiba.
  5. Dan lain-lain


Dengan demikian InsyaAlla Keluarga kecil sahabat islam akan terbentuk dan akan bisa diingat hingga anak cucu nya.

B. Kewajiban suami kepada istri dan anak dalam hal dunia

Pertemuan, Bisnis, Arsitek, Kantor, Tim

Memberi nafkah lahir dan batin.

Lahir : Memberikan segala sesutau tentang kebutuhan rumah tangganya, termasuk uang buat kebutuhan belanja dan lain sebagainya.

Batin: Bisa menjaga perasaan iatri dan anaknya, memberikan hak pada istri, tidak egois, termasuk dalam hal berhubungan intim. Karena tidak sedikit pasangan rumah tangga hancur hanya karena  masalah ini.

Disamping itu, seorang suami tidak boleh mengarahkan atau membimbing kepada keluarganya secara berlebihan, seehingga mengakibatkan sakit entah itu fisik maupun psikis.
Contoh : Membentak, memukul, atau bahkan sampai mengatakan untuk cerai, ini sangat tidak di kenankan. Karena bagaimanapun juga, jika seorang suami sampe berani mengatakan tolaq atau cerai dengan kalimat yang bersifat hurauan apalagi secara spontan sengaja, maka itu tetap menjadi hal yang sudah terjadi. Dan perlu diketahui, bahwa Tolaq atau cerai itu adalah suatu hal yang dibenci Allah walaupun halal secara syariat.


II. Kewajiban seorang istri

    Wedding, Wanita, Gaun, Hijab

    Fungsu Istri Terhadap Suami: Istri harus selalu menjadi penyejuk, penyedap, pesona dan pemberi semangat hidup bagi suaminya, laksana perhiasan yang selalu menempel pada diri seorang wanita.
  1. Menjadi Wakil Suami dalam Keluarga: Istri harus mengelola, menjaga dan bertanggung jawab terhadap kehormatan, harta dan segala  urusan rumah tangga, ketika suami  tidak sedang di rumah. Istri harus menempatkan diri sebagai wakil suami selaku pemimpin rumah tangga.
  2. Mentaati Perintah Suami dalam Kebenaran: Seorang istri  hanya boleh mentaati perintah suami, selama perintahnya itu benar menurut syariat Islam.  Bila ternyata bertentangan dengan agama wajib menolak perintahnya sekalipun memikul akibat-akibat yang pahit, misalnya terpaksa harus bercerai dari suami.
  3. Meringankan Beban Mahar Suami: Islam menganjurkan agar wanita yang sakih meringankan calon suaminya dalam membayar mahar (Makassar=Panai’) kepadanya 
  4. Melayani Kebutuhan Seksual Suami: Setiap istri wajib melayani kebutuhan seksual suaminya dan tidak boleh menolak atau menundanya, kecuali karena alasan yang dibenarkan oleh syariat Islam (sedang haid, nifas, puasa wajib, haji dan umrah sebelum tahallul). Seorang istri yang tidak mau memenuhi ajakan suaminya untuk bersetubuh tanpa alasan yang dibenarkan oleh islam, maka ia berdosa dan telah durhaka kepada suaminya. Allah dan Malaikat melaknat sikap istri seperti itu
  5.  Meringankan Beban Belanja Suami: Istri tidak boleh memaksa suami untuk memberinya belanja lebih dari kemampuan finansial suaminya.
  6. Memelihara dan Mengasuh Anak Suami: Baik itu anak kandung atau anak tiri. Karena kewajiban mengasuh anak-anak suami merupakan bagian dari kewajiban istri berbakti kepada suaminya.
  7. Membantu Kehidupan Agama Suami: Istri adalah orang yang paling bertanggung jawab meluruskan perilaku suami yang tidak sejalan dengan syariat Islam
  8. Membantu Jihad Suami: Istri harus rela melepaskan suaminya pergi menuju Jihad Fisabilillah.
  9. Berdandan Untuk Menggairahkan Suami: Istri yang membiarkan  tangan lelaki lain meraba tubuhnya, akan membuat suaminya jijik memandang dirinya. pelihara, rawat dan hiaslah tubuh hanya untuk suami.
  10. Memelihara Harga Diri dan Harta Suami: istri mentaati suami, menjaga harta suami dan memelihara kehormatannya pada saat suami tidak berada di rumah.
(QS. An- Nissa: 34): Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
12. Mendahulukan Kepentingan Suami dari pada Kepentingan Ibu  Bapaknya Sendiri: Begitu seorang wanita telah menikah, maka kiblat ketaatannya pindah kepada suaminya.
13.Mengikuti Tempat Tinggal Suami : istri memang wajib mengikuti tempat tinggal yang disediakan suaminay. Tetapi apabila lingkungan tempat tinggalnya ternyata merusak akhlak atau tidak aman baik dari segi bangunan maupun keselamatan badan, maka istri punya hak menolak
(QS. At- Thalaq: 6) Artinya: Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.
14.Rela Hamil Dari Benih Suami: Wanita yang hamil secara sah memiliki kehormatan dan kedudukan tinggi di sisi Alloh SWT.
15.Mengambil Harta Suami Dengan  Izinnya: Mengambil harta suami seringkali dilakukan oleh istri dengan bebagai alasa, diantaranya karena uang belanja tidak cukup. Alasan semacam ini memang dibenarkan oleh Rasulullah SAW selama digunakan untuk mencukupi belanja bukan untuk kepentingan lain. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa istri tidak boleh mengambil harta suaminya tanpa izinnya, kecuali untuk mencukupi kepentingan belanja secara wajar.
 16.Mengeluarkan Sedekah dari  Harta Suami Harus Dengan Izinnya
17. Keluar Rumah Harus Minta Izin Suami
18.Tidak Merusak Kepemimpinan  Suami: (Q.S An-Nisaa 34) : Kaum laki-lake itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri.
19.Selalu Lembut dalam  Memandang Suami: Sikap lembut istri kepada suami ini, maksudnya ialah istri bersikap ramah, murah senyum, berlapang dada dan santun kepada suaminya walaupun suaminya sedang marah. Sikap lembut ini besar peranannya dalam meluruskan tingkah laku suami yang salah.
20.Menemani Suami Makan Sampai  Selesai: Nabi SAW memberi tuntunan begitu praktis, mudah dikerjakan. Temanilah suami-suami anda untuk makan, baik makan siang maupun makan malam. Bukankah justru seorang istri lebih pas menemani suami makan minum di rumah, sehingga keluarga tumbuh menjadi harmonis.

III. Kewajiban Anak

Bayi, Anak Laki Laki, Topi, Tercakup

10  kewajiban anak untuk orang tua menurut Islam

Tidak hanya orangtua yang memiliki kewajiban untuk anak, di sisi lain anak juga memiliki kewajiban tertentu terhadap orang tua yang telah mengangkat mereka tanpa syarat dan dengan kasih sayang. Itu wajar bahwa seorang anak juga memiliki kewajiban kepada orangtuanya untuk membayar kembali semua cinta yang diberikan padanya. Kewajiban anak kepada orang tua adalah sebagai berikut:

1. taat kepada orang tua

Anak diwajibkan untuk mentaati orang tua karena dalam banyak kasus orang tua yang hidup lebih lama memiliki pengalaman hidup yang memperkaya hikmat dan hikmat mereka. Tentu saja anak wajib mentaati orang tua dalam kebaikan dan tidak dalam keadaan buruk atau dalam kasus yang tidak taat kepada Allah, sebagaimana dinyatakan dalam hadits berikut:

 "Tidak ada ketaatan dalam tidak menaati Allah. Sesungguhnya ketaatan hanya dalam berbuat baik.  "(HR. Bukhari)

2. segera hadir jika dipanggil

Panggilan orang tua harus dipenuhi oleh anak sesegera mungkin. Kesibukan sehari-hari kadang membuat anak lupa untuk mengikuti instruksi dari orang tua mereka atau hanya datang untuk memenuhi panggilan orang tua. Jika orang tua menelepon, menunda apa yang sedang dilakukan dan mulai bergerak ke arah mereka dan bertanya apa kebutuhan mereka. Memenuhi panggilan orang tua sesegera mungkin adalah cara untuk menghormati orang tua dengan benar.

3. mendukung orang tua jika mereka dapat

Jika Anda ingin menemukan cara untuk membuat orang tua bahagia, salah satunya adalah untuk melaksanakan kewajiban untuk mendukung orang tua jika anak secara ekonomis mampu. Salah satu hadits yang mengilustrasikan pentingnya mendukung orang tua adalah:

 "Anda dan properti Anda milik ayahmu. " (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Ada orang tua yang masih mampu secara ekonomi, tapi itu tidak menjadi penghalang jika anak ingin memberikan sebagian dari pendapatannya kepada orang tuanya sebagai kewajiban anak untuk orang tua dalam Islam.

4. merawat orang tua

Merawat orang tua atau menderita penyakit adalah kewajiban anak kepada orang tua dalam Islam yang harus dipenuhi. Sebagai orang dewasa, orang tua akan menjadi tua dan mungkin tidak dapat merawat diri mereka sendiri. Di sinilah kebutuhan anak untuk melaksanakan tugas mereka untuk merawat orang tua agar tidak menjadi anak yang tidak sah bagi orang tua. Keutamaan kepedulian terhadap orang tua disebutkan dalam hadits berikut:

 "Sungguh kerugian, sungguh kerugian, sungguh kerugian bagi seseorang yang mendapat kedua orangtua yang sudah tua atau salah satu dari keduanya tetapi tidak bisa membuatnya pergi ke surga. " (HR. Muslim)

5. Bicaralah dengan lembut

Adab terhadap orang tua sejati adalah untuk berbicara dengan lembut dan sopan, ini telah menjadi tugas anak untuk orang tua dalam Islam. Bahkan Anda dapat sesekali slip mutiara kebijaksanaan untuk orang tua sehingga mereka bahagia dan merasa dihargai oleh Anda sebagai seorang anak. Selain itu, kebiasaan berbicara dengan lembut akan menjadi cara untuk menghormati orang lain dengan cara yang baik dan benar.

6. hormati orangtua

Kewajiban anak untuk menghormati orang tua mereka juga harus dilakukan dengan benar. Sebagai contoh, jangan mengatakan hal buruk kepada orang tua, pertimbangkan bagaimana merawat perasaan mereka seperti kita tahu bagaimana melindungi perasaan orang lain dengan perbuatan baik dan tidak menyinggung orangtua. Itu termasuk tidak mengkritik orang tua dan tidak membiarkan orang lain mencela orang tua juga.

7. Jauhkan hal yang tidak disukai oleh orang tua

Sebagai anak, tentu saja kita tahu apa yang orang tua suka dan apa yang mereka tidak suka lakukan. Jika Anda bisa, jangan melakukan hal yang orang tua tidak suka atau menunjukkan hal yang orang tua tidak suka. Cobalah cara untuk menjaga kesehatan jantung sehingga Anda selalu melakukan apa yang orang tua senang.

8. berdoa untuk orang tua

Karena orang tua selalu berdoa untuk anak mereka, sehingga anak juga berkewajiban untuk berdoa bagi orang tua setiap saat untuk kebaikan orang tua mereka. Kewajiban untuk mendoakan orang tua tercantum di dalam Al-Qur'an, yaitu:

 "Ya Tuhanku, berbelaskasihanlah pada orang tua-Ku sama seperti mereka yang memarahkanku ketika aku masih kecil" (Surah Al-Israa: 24)

9. memenuhi kebutuhan orang tua

Tidak hanya memberikan untuk orang tua jika mereka bisa, anak juga berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan orang tua, ini juga merupakan salah satu kewajiban anak kepada orang tua setelah menikah, terutama kewajiban laki-laki setelah menikah dengan orang tua mereka

10. meminta izin dan berkat dari orang tua

Izin dari orang tua sangat penting bagi seorang anak, karena melalui izin yang diberikan, itu berarti bahwa orang tua juga memberikan berkah dan doa kepada anak untuk melakukan itu. Pentingnya meminta izin orang tua dapat dilihat dalam hadits yang bercerita tentang seorang pria yang akan pergi ke jihad dan bertanya kepada nabi apakah ia dapat bergabung untuk melakukan jihad. Kemudian nabi bertanya apakah dia masih memiliki orang tua, dan ketika dia dijawab, Nabi memberi tahu dia untuk berperang dengan melayani orangtuanya.

0 Response to "Kewajiban Suami kepada Istri dalam hal urusan Agama"

Posting Komentar

Kewajiban Suami kepada Istri dalam hal urusan Agama

Oleh : Ahmad Abdulah 05 September 2019 10:00 WIB Assalamualaikum sahabat islam... Selamat Pagii... Wahai para pasangan ruma...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel